Sabtu, 27 Agustus 2011 - 03:31:16 WIBSelayar Dengan Beragam Pesona
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: WISATA & KULINER - Dibaca: 755 kali

JEJAKSULAWESI.COM, SELAYAR -- Meski hanya mendatangi sebagian kecil obyek wisata dan sejarah di Kepulauan Selayar. Kami bisa mengambil kesimpulan bahwa Kepulauan Selayar mengandung sejuta pesona bagi wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.
Laporan : ZA.Syahrir
Karena keterbatasan waktu, kami hanya mendatangi obyek wisata Pantai Baloyya, Gong Nekara, Jangkar Raksasa dan Meriam Raksasa serta Bandar Udara Aroepala.Ketika berkunjung ke situs wisata dan sejarah medio juli lalu, kami ditemani rekan-rekan Instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Bulukumba yang sedang mengadakan pelatihan bagi pencari kerja di Tanah Doang Selayar.
Keindahan laut Takabonerate belum sempat kami kunjungi. Rasa penasaran masih terus menggelayut dalam benak dan berharap suatu ketika mengunjungi taman laut ini. Takabonerate merupakan Taman Nasional yang dikenal sebagai kawasan menyelam terbaik di dunia dan diakui oleh PADI sebuah, perkumpulan penyelam profesional dunia.
Bahkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyebut keindahan taman laut nasional Pulau Takabonerate Kabupaten Selayar tidak kalah dengan kepulauan Hawai di Amerika Serikat."Saya pernah lihat yang seperti itu di Hawai tapi tidak seindah Takabonerate," katanya (jejaksulawesi.com, 30/10/10)
Jika anda hendak mengunjungi pulau Selayar, Anda bisa melalui Kota Makassar. Kemudian, naik bus ke Bulukumba, dilanjutkan dengan naik fery dari Pelabuhan Bira menuju Pelabuhan Pammatata Selayar. Perjalanan laut ini ditempuh sekitar 2,5 jam.
Jika Anda mau cepat, Anda bisa menggunakan jalur lain dengan menggunakan fyber. Naik di Pelabuhan Leppe menuju Pelabuhan Benteng. Jarak ini bisa ditempuh lebih cepat sekitar 1,5 jam.
Atau jika Anda mau menggunakan jasa penerbangan, Anda bisa naik pesawat dari Bandara Internasional Hasanuddin Makassar ke Bandara Aroepala Selayar dengan waktu tempuh 20 hingga 25 menit.
Pulau Selayar adalah salah satu Kabupaten diantara 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi-Selatan. Terletak di ujung selatan Propinsi Sulawesi-Selatan. Dikelilingi oleh laut Flores di sebelah timur dan selatan. Selat Makassar dan laut Flores di sebelah barat dan Teluk Bone di sebelah utara.
Sebagai Kabupaten Kepulauan, Selayar memiliki wilayah daratan seluas 1.188,28 km2 (5,23%) wilayah laut + 21.136,41 km2 (94, 68%). Jumlah pulau-pulau besar dan kecil sebanyak + 126 buah. Selayar memiliki potensi wisata bahari berkualitas kelas dunia. Baik, kita kenali sebagian kecil potensi wisata yang kini dinakhodai Syahrir Wahab dan Syaiful Arief.
PANTAI BALOYYA
Pantai ini terletak di pesisir barat Pulau Selayar. Anda bisa menggunakan fasilitas yang tersedia di area ini. Ada Resort dengan fasilitas penginapan, restaurant, scuba divind dikelola oleh PT Selayar Island Resort. Terletak di pesisir barat bagian selatan pantai pulau Selayar, sekitar 9 Km dari kota Benteng atau sekira 1o menit dari kota Benteng dan 5 menit dari Bandara Aroepala.
Pantai ini mempunyai pasir putih yang landai dengan air yang jernih. Di sekitar pantai terdapat gua alam dan pulau-pulau kecil, keindahan terumbu karang yang menghiasi pantai menjadi potensi wisata yang dapat dinikmati, terutama di saat sunset tiba.
Pantai Barat daratan Selayar, khususnya pantai Baloiya sedang dikembangkan. Melalui pengelolaan investor dari luar Selayar, yang kini tengah berupaya membangun sarana restoran dengan sajian menu bernuansa sari laut. Pemkab Selayar kini menjalin bekerjasama dengan investor dari Jerman.
GONG NEKARA
Adalah benda peninggalan sejarah yang menurut data arkeologi berasal dari pusat kerajaan perunggu pada abad ke 2 SM. Gong ini dibawa ke selayar oleh We Tenri Dio anak ke 2 dari Sawarigeding. Pada masanya alat ini digunakan sebagai simbol pemerintahan dan alat komando. Gong Nekara ditemukan pada abad ke XVII (1868). Berlokasi sekitar 4 Km dari kota Benteng. Konon, Gong Nekara ini merupakan gong terbesar di Asia Tenggara.
Gong Nekara ini mempunyai garis tengah 126 cm dengan luas lingkaran permukaan 396 cm persegi. Lingkaran pinggan 340 cm persegi, tinggi badan 95 cm, bintang 16 jari, jari-jari permukaan 63 cm, adapun gambar atau lukisan motifnya adalah lukisan gajah 16 ekor, pohon sirih 11 batang, burung 54 ekor dan ikan 18 ekor. Pada permukaan gong nekara ini terdiri atas 4 buah arca katak, dan disamping gong ini ada 4 daun telinga.
Gong Nekara Selayar terbuat dari logam perunggu yang saat ini tersimpan di daerah Bonto Bangun (Matalalang).
Menurut informasi lisan dari tetua adat dan penduduk setempat, nekara tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686. Pada saat itu Sabuna sedang mengerjakan sawah Raja Puta Bangung di Papaniohea.
Tiba-tiba cangkul Sabuna membentur benda keras yang ternyata adalah hiasan katak yang merupakan bagian dari sebuah nekara. Sejak berakhirnya Dinasti Puta Bangung, pada tahun 1760 nekara tersebut dipindahkan ke Bonto Bangung dan menjadi kalompoang/arajang (benda keramat) Kerajaan Bonto Bangung.
JANGKAR RAKSASA
Jangkar ini diyakini terbesar dan terpanjang di masanya. Jangkar tersebut kini tersimpan di Desa Nelayan Padang. Jangkar yang dilengkapi dengan meriam itu diperkirakan merupakan peninggalan pedagang Cina pada abad 17-18. Konon katanya, Jangkar Raksasa ini milik seorang saudagar China bernama Gowa Liong Hui yang mengadakan pelayaran menggunakan kapal besar dan singgah di Padang pada akhir abad XVII.
Sampai suatu saat kapal dagang milik Cowa Liong Hui ini rusak hingga tidak dapat lagi digunakan untuk berlayar, kemudian jangkar kapal diamankan oleh penduduk setempat yang dikemudian hari menjadi bukti sejarah.
Ada dua jangkar ditempat ini. Jangkar pertama berukuran,panjang batang : 226 cm,panjang lengkungan : 167 cm, lingkar batang : 60 cm. Sementara jangkar kedua berukuran, panjang batang : 229 cm, panjang lengkungan 117 cm dan lingkar batang, 70 cm. Dari penuturan warga, ternyata bukan hanya wisatan lokal yang sering datang di tempat ini. Wistawan dan peneliti budaya dan sejarah dari luar negeri juga berdatangan di tempat ini.
Selain jangkar, di mesium ini juga terdapat meriam kuno. Meriam ini jumlahnya 3 buah. Konon, pemilik meriam ini seorang saudagar dari Gowa keturunan Cina yang bernama Baba Desan.
Baba Desan datang ke dusun Padang bersama dengan armada dagangnya dalam rangka mencari perairan baru untuk mendapatkan hasil laut yang akhirnya dia menetap di dusun Padang tersebut. Makanya sekarang ini, meriam tersebut dapat dijumpai di dusun padang kab. selayar. Ukuran meriam ini bervariasi. Meriam I berukuran, panjang 117 cm, diameter mulut 17 cm, diameter lubang mulut 8 cm. Meriam II bekuran panjang 123 cm, diameter mulut 23 cm, diameter lubang mulut 10 cm. Sementara meriam III berukuran, panjang 125 cm, diameter mulut 18 cm, diameter lubang mulut 8 cm.
BANDAR UDARA
Dalam upaya mewujudkan selayar sebagi obyek wisata menarik dan mendorong wisatan ke daerah ini. Pemerintah telah membangun bandara sebagai akses jangkuan tercepat. Terbukanya jalur penerbangan rute Makassar - Selayar diharapkan arus kunjungan wisman ke obyek wisata tersebut setiap tahun meningkat, termasuk perekonomian masyarakat semakin bertambah.
Tahun ini tepatnya, 7 Agustus 2011, maspakai penerbangan, Express Air dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 30 mulai melakukan penerbangan ke Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penerbangan Selayar-Makassar ini ditempuh 20 hingga 25 menit.
Anda penasaran dengan situs wisata, sejarah dan budaya diatas ?, silahkan kunjungi sendiri !!! (***)
Laporan : ZA.Syahrir
Karena keterbatasan waktu, kami hanya mendatangi obyek wisata Pantai Baloyya, Gong Nekara, Jangkar Raksasa dan Meriam Raksasa serta Bandar Udara Aroepala.Ketika berkunjung ke situs wisata dan sejarah medio juli lalu, kami ditemani rekan-rekan Instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Bulukumba yang sedang mengadakan pelatihan bagi pencari kerja di Tanah Doang Selayar.
Keindahan laut Takabonerate belum sempat kami kunjungi. Rasa penasaran masih terus menggelayut dalam benak dan berharap suatu ketika mengunjungi taman laut ini. Takabonerate merupakan Taman Nasional yang dikenal sebagai kawasan menyelam terbaik di dunia dan diakui oleh PADI sebuah, perkumpulan penyelam profesional dunia.
Bahkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyebut keindahan taman laut nasional Pulau Takabonerate Kabupaten Selayar tidak kalah dengan kepulauan Hawai di Amerika Serikat."Saya pernah lihat yang seperti itu di Hawai tapi tidak seindah Takabonerate," katanya (jejaksulawesi.com, 30/10/10)
Jika anda hendak mengunjungi pulau Selayar, Anda bisa melalui Kota Makassar. Kemudian, naik bus ke Bulukumba, dilanjutkan dengan naik fery dari Pelabuhan Bira menuju Pelabuhan Pammatata Selayar. Perjalanan laut ini ditempuh sekitar 2,5 jam.
Jika Anda mau cepat, Anda bisa menggunakan jalur lain dengan menggunakan fyber. Naik di Pelabuhan Leppe menuju Pelabuhan Benteng. Jarak ini bisa ditempuh lebih cepat sekitar 1,5 jam.
Atau jika Anda mau menggunakan jasa penerbangan, Anda bisa naik pesawat dari Bandara Internasional Hasanuddin Makassar ke Bandara Aroepala Selayar dengan waktu tempuh 20 hingga 25 menit.
Pulau Selayar adalah salah satu Kabupaten diantara 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi-Selatan. Terletak di ujung selatan Propinsi Sulawesi-Selatan. Dikelilingi oleh laut Flores di sebelah timur dan selatan. Selat Makassar dan laut Flores di sebelah barat dan Teluk Bone di sebelah utara.
Sebagai Kabupaten Kepulauan, Selayar memiliki wilayah daratan seluas 1.188,28 km2 (5,23%) wilayah laut + 21.136,41 km2 (94, 68%). Jumlah pulau-pulau besar dan kecil sebanyak + 126 buah. Selayar memiliki potensi wisata bahari berkualitas kelas dunia. Baik, kita kenali sebagian kecil potensi wisata yang kini dinakhodai Syahrir Wahab dan Syaiful Arief.
PANTAI BALOYYA
Pantai ini terletak di pesisir barat Pulau Selayar. Anda bisa menggunakan fasilitas yang tersedia di area ini. Ada Resort dengan fasilitas penginapan, restaurant, scuba divind dikelola oleh PT Selayar Island Resort. Terletak di pesisir barat bagian selatan pantai pulau Selayar, sekitar 9 Km dari kota Benteng atau sekira 1o menit dari kota Benteng dan 5 menit dari Bandara Aroepala.
Pantai ini mempunyai pasir putih yang landai dengan air yang jernih. Di sekitar pantai terdapat gua alam dan pulau-pulau kecil, keindahan terumbu karang yang menghiasi pantai menjadi potensi wisata yang dapat dinikmati, terutama di saat sunset tiba.
Pantai Barat daratan Selayar, khususnya pantai Baloiya sedang dikembangkan. Melalui pengelolaan investor dari luar Selayar, yang kini tengah berupaya membangun sarana restoran dengan sajian menu bernuansa sari laut. Pemkab Selayar kini menjalin bekerjasama dengan investor dari Jerman.
GONG NEKARA
Adalah benda peninggalan sejarah yang menurut data arkeologi berasal dari pusat kerajaan perunggu pada abad ke 2 SM. Gong ini dibawa ke selayar oleh We Tenri Dio anak ke 2 dari Sawarigeding. Pada masanya alat ini digunakan sebagai simbol pemerintahan dan alat komando. Gong Nekara ditemukan pada abad ke XVII (1868). Berlokasi sekitar 4 Km dari kota Benteng. Konon, Gong Nekara ini merupakan gong terbesar di Asia Tenggara.
Gong Nekara ini mempunyai garis tengah 126 cm dengan luas lingkaran permukaan 396 cm persegi. Lingkaran pinggan 340 cm persegi, tinggi badan 95 cm, bintang 16 jari, jari-jari permukaan 63 cm, adapun gambar atau lukisan motifnya adalah lukisan gajah 16 ekor, pohon sirih 11 batang, burung 54 ekor dan ikan 18 ekor. Pada permukaan gong nekara ini terdiri atas 4 buah arca katak, dan disamping gong ini ada 4 daun telinga.
Gong Nekara Selayar terbuat dari logam perunggu yang saat ini tersimpan di daerah Bonto Bangun (Matalalang).
Menurut informasi lisan dari tetua adat dan penduduk setempat, nekara tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686. Pada saat itu Sabuna sedang mengerjakan sawah Raja Puta Bangung di Papaniohea.
Tiba-tiba cangkul Sabuna membentur benda keras yang ternyata adalah hiasan katak yang merupakan bagian dari sebuah nekara. Sejak berakhirnya Dinasti Puta Bangung, pada tahun 1760 nekara tersebut dipindahkan ke Bonto Bangung dan menjadi kalompoang/arajang (benda keramat) Kerajaan Bonto Bangung.
JANGKAR RAKSASA
Jangkar ini diyakini terbesar dan terpanjang di masanya. Jangkar tersebut kini tersimpan di Desa Nelayan Padang. Jangkar yang dilengkapi dengan meriam itu diperkirakan merupakan peninggalan pedagang Cina pada abad 17-18. Konon katanya, Jangkar Raksasa ini milik seorang saudagar China bernama Gowa Liong Hui yang mengadakan pelayaran menggunakan kapal besar dan singgah di Padang pada akhir abad XVII.
Sampai suatu saat kapal dagang milik Cowa Liong Hui ini rusak hingga tidak dapat lagi digunakan untuk berlayar, kemudian jangkar kapal diamankan oleh penduduk setempat yang dikemudian hari menjadi bukti sejarah.
Ada dua jangkar ditempat ini. Jangkar pertama berukuran,panjang batang : 226 cm,panjang lengkungan : 167 cm, lingkar batang : 60 cm. Sementara jangkar kedua berukuran, panjang batang : 229 cm, panjang lengkungan 117 cm dan lingkar batang, 70 cm. Dari penuturan warga, ternyata bukan hanya wisatan lokal yang sering datang di tempat ini. Wistawan dan peneliti budaya dan sejarah dari luar negeri juga berdatangan di tempat ini.
Selain jangkar, di mesium ini juga terdapat meriam kuno. Meriam ini jumlahnya 3 buah. Konon, pemilik meriam ini seorang saudagar dari Gowa keturunan Cina yang bernama Baba Desan.
Baba Desan datang ke dusun Padang bersama dengan armada dagangnya dalam rangka mencari perairan baru untuk mendapatkan hasil laut yang akhirnya dia menetap di dusun Padang tersebut. Makanya sekarang ini, meriam tersebut dapat dijumpai di dusun padang kab. selayar. Ukuran meriam ini bervariasi. Meriam I berukuran, panjang 117 cm, diameter mulut 17 cm, diameter lubang mulut 8 cm. Meriam II bekuran panjang 123 cm, diameter mulut 23 cm, diameter lubang mulut 10 cm. Sementara meriam III berukuran, panjang 125 cm, diameter mulut 18 cm, diameter lubang mulut 8 cm.
BANDAR UDARA
Dalam upaya mewujudkan selayar sebagi obyek wisata menarik dan mendorong wisatan ke daerah ini. Pemerintah telah membangun bandara sebagai akses jangkuan tercepat. Terbukanya jalur penerbangan rute Makassar - Selayar diharapkan arus kunjungan wisman ke obyek wisata tersebut setiap tahun meningkat, termasuk perekonomian masyarakat semakin bertambah.
Tahun ini tepatnya, 7 Agustus 2011, maspakai penerbangan, Express Air dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 30 mulai melakukan penerbangan ke Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penerbangan Selayar-Makassar ini ditempuh 20 hingga 25 menit.
Anda penasaran dengan situs wisata, sejarah dan budaya diatas ?, silahkan kunjungi sendiri !!! (***)
Anda punya informasi menarik, sejarah daerah, potensi dan tokoh Sulawesi ?
Tampil aja di Jejak Sulawesi.Com !!!
Hubungi : 085255612128
email, za.syahrir@yahoo.com
Diskusikan gagasan anda dan temukan teman lebih banyak di Forum Jejak Sulawesi !!!
Komentar terbaik akan mendapat hadiah menarik dari redaksi setiap bulan
Tampil aja di Jejak Sulawesi.Com !!!
Hubungi : 085255612128
email, za.syahrir@yahoo.com
Diskusikan gagasan anda dan temukan teman lebih banyak di Forum Jejak Sulawesi !!!
Komentar terbaik akan mendapat hadiah menarik dari redaksi setiap bulan

- Bupati dan Ketua DPRD Pinrang Dipanggil Ikuti Lemhanas
- Ambisi Besar Seorang Syahrul Yasin Limpo
- Angga dan Novia Turut Harumkan Nama Sulawesi di Paskibraka
- Karena Senyuman dan Pandangan Tajam,Putri Gorontalo Jadi Pembawa Bendera
- Putra Bone Jadi Paskibraka di Istana
0 Komentar :
Isi Komentar :



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 