Kamis, 01 September 2011 - 09:26:57 WIBMasakan Khas Bugis Makassar Kembali Tersaji di Hari Lebaran
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Pembaca Menulis - Dibaca: 1145 kali

PEMBACA MENULIS -- Makanan khas Bugis Makassar kembali tersaji apik di lebaran tahun ini. Jika Anda massiara (bahasa Bugis Makassar), pasti akan menjumpai sejumlah masakan khas tersaji di meja makan. Massiara adalah sebuah tradisi kalangan Bugis Makassar untuk saling mengunjungi satu sama lain sesama kerabat handai taulan.
Mari kita coba kenali sedikit dari sekian makanan khas Sulawesi Selatan itu !!!
SONGKOLO
Songkolo adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus. Beras ketan bisa yang hitam atau yang biasa atau putih, tergantung selera . Penganan Songkolo, bisa dimasak bersama santan atau diberi santan atau dimasak tanpa santan. Selain pada hari lebaran, Songkolo bisa juga dijumpai di acara-acara lain seperti pernikahan, naik rumah baru, maulidan, akikah dan naik rumah baru.
Di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, penyajian Songkolo bisa berbeda -beda, ada yang toping kelapanya segar berwarna putih, ada yang kelapanya sudah di sangrai seperti serundeng ada juga yang penyajiannya memakai santan kental yang sudah didihkan dan menjadi sari pati . Atau gula merah kental campur kuning telur yang disebut Palopo'.
BURASA'
Burasa' merupakan penganan yang dibuat dari bahan dasar beras pulen, dimasak bersama santan kelapa dan daun pandan hingga lembek. Setelah itu dibungkus daun pisang dan selanjutnya dikukus hingga matang.
Awalnya Burasa dipilih oleh masyarakat sebagai makanan bekal dalam perjalanan karena mampu bertahan hingga 2 x 24 jam. Burasa bisa dikonsumsi dengan sambal kacang, telur rebus atau sambal haban.
KETUPAT
Ketupat berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.
Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal (lebih umum) dan jajaran genjang. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
COTO MAKASSAR
Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus.
Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan "burasa". Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. (***)
Penulis : Karmila
Pernah Sekolah di SMU Negeri 1 Bontotiro, Bulukumba
Anda punya informasi menarik, sejarah daerah, potensi dan tokoh Sulawesi ?
Tampil aja di Jejak Sulawesi.Com !!!
Hubungi : 085255612128
email, redaksi_jejaksulawesi@yahoo.com
Diskusikan gagasan anda dan temukan teman lebih banyak di Forum Jejak Sulawesi !!!
Komentar terbaik akan mendapat hadiah menarik dari redaksi setiap bulan

- Hanya Empat Negara Lebaran Hari Rabu
- Selayar Dengan Beragam Pesona
- Bupati dan Ketua DPRD Pinrang Dipanggil Ikuti Lemhanas
- Ambisi Besar Seorang Syahrul Yasin Limpo
- Angga dan Novia Turut Harumkan Nama Sulawesi di Paskibraka
0 Komentar :
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 